Halaman

Sabtu, 25 Januari 2014

Nasehat Pernikahan

Tujuan nikah selain ibadah adalah untuk memiliki keluarga sakinah, seperti digambarkan dalam surah Ar Rum 21.

Keluarga sakinah adalah keluarga yang penuh keberkahan. Tapi bukan keluarga tanpa masalah. Karena sudah sunatullah yang namanya kehidupan, termasuk rumah tangga, pasti akan berhadapan dengan masalah.  Dan keluarga sakinah adalah keluarga yang jika menghadapi masalah, sebesar apapun, bisa menghadapi dan  menyelesaikannya dengan baik.

Untuk mencapai keluarga sakinah ini secara garis besarnya ada dua hal:

Pertama, menjadikan agama islam sebagai landasan rumah tangga. Selesaikan semua masalah dengan shalat, dengan bersujud, dengan bertahajjud, dan menjadikan Al Qur’an sebagai bacaan harian kita.
Karena tiada pegangan yang paling kokoh melainkan pegangan agama.kalau agama sudah dijadikan landasan utama, maka tiada masalah yang tidak bisa dihadapi. Dan insyaAllah ujungnya adalah keberkahan dari Allah.

Kedua, suami dan istri masing-masing harus mengutamakan kewajibannya, bukan mengutamakan haknya. Karena islam agama yang menekankan pada kewajiban, bukan pada hak. Dalam islam, adanya kewajiban asasi bukan hak asasi. Karena orang yang menjalankan kewajiban, cepat atau lambat, langsung atau tidak langsung akan mendapatkan haknya.

Lalu kewajiban suami dan istri itu intinya ada dua hal:

Kewajiban suami

Pertama, menjadi Qawwam, pemimpin, pengayom, dan penentu arah rumah tangga. Jadi seorang suami yang menentukan visi rumah tangga. Ia harus bisa menjadi pelindung istri, penenang, dan bersikap memuliakan. Karena “tidaklah memuliakan istri kecuali seorng yang mulia, dan tidaklah menghinakan istri kecuali orang yang hina”.

Kedua, suami wajib mencari nafkah dengan cara yang halal. Karena itu akan menentukan akhak dan segalanya yang ada dalam keluarga. Bukan nominalnya yang penting, tapi keberkahannya. Tidak mungkin keberkahan dapat dicapai jika cara didapatkan adalah cara yang tidak halal.

Kewajiban istri

Pertama, wajib taat dan patuh kepada suami, dalam rangka ketaatan kepada Allah. Karena kunci syurga seorang istri itu ada empat hal:  shalat wajib, puasa wajib, menjaga kehormatan dan keluarga, dan taat kepada suami. Kalau keempat hal tersebut bisa dilaksanakan insyaAllah seorang istri akan menjadi ahli syurga.

Kedua, menjaga keluarga, termasuk bersikap kritis pada penghasilan yang didapat suami. Istri harus bisa jadi monitor suami dalam mendapatkan rzeki, jangan sampai ada rezeki yang tidak halal masuk kedalam tubuh anggota keluarga.

Selain itu tugas istri adalah menjaga anak-anak, mendidik mereka menjadi anak yang shalih dan shalihah.


*dikutip dari khutbah nikah yang disampaikan oleh Prof.Dr.KH. Didin Hafidhuddin di Sukabumi 25/1/2014